Jika ia tidak diundang pengajian karena menyampaikan kebenaran, maka ia bisa berdakwah di komunitas kaum muslimin lainnya, atau ia bisa berdakwah via internet atau medsos, atau ia langsung bisa menyapa masyarakat yang ada di lapangan! Dan untuk ia ajak ke masjid, ia ajarkan shalat dan agama ini kepada mereka.
Namun jika ia tidak berani menyampaikan kebenaran karena khawatir tidak diundang mengisi pengajian lagi karena disitulah amplop dan pundi-pundi penghasilannya dan khawatir rejekinya seret, maka ludahi saja muka dai pengecut ini dengan air dahakmu, toyor kepalanya dengan tanganmu yang bedebu, tarik janggutnya. Ia harus membenahi aqidahnya yang hancur lebur itu dengan belajar aqidah yang benar sehingga ia telah bertauhid dengan matang, baru ia berdakwah. Musyrikin Quraisy saja mengimani Allah yang memberikan rejeki, lah kok dai malah hancur Rububiyyahnya.
Oleh : Ustadz Abu Hanifah Jandriadi Yasin
Tanggal : 9 Agustus 2023
Sumber : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1786325361821434&id=100013319622062&mibextid=Nif5oz