Kamis, 07 Desember 2023

Banyak orang masih mau diperintah shalat, tapi sangat sedikit orang yang shalat mau diajak kepada Tauhid. Rahasianya ada pada pemahamanmu terhadap hakikat kesyirikan musyrikin dulu. Karena mayoritas musyrikin dahulu sudah beribadah kepada Allah, tapi menolak menjadikan Allah sebagai satu2nya yang diibadahi. Sementara org mengaku muslim sekarang banyak yang menganggap selagi sudah shalat berarti selamat dari kesyirikan! Ya Allah betapa asingnya Tauhid.Dinukil dari : Ustadz Jafar Shalih Tanggal : 7 Desember 2023Sumber : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid036BvLz5sKEspsK8QQTRMr8ro9JVhe2QbY7E8rt3zizUDkXMT9uARGBzFykuMsKCy4l&id=100010660082711&mibextid=Nif5oz

Banyak orang masih mau diperintah shalat, tapi sangat sedikit orang yang shalat mau diajak kepada Tauhid. Rahasianya ada pada pemahamanmu terhadap hakikat kesyirikan musyrikin dulu. Karena mayoritas musyrikin dahulu sudah beribadah kepada Allah, tapi menolak menjadikan Allah sebagai satu2nya yang diibadahi. Sementara org mengaku muslim sekarang banyak yang menganggap selagi sudah shalat berarti selamat dari kesyirikan! Ya Allah betapa asingnya Tauhid.

Dinukil dari : Ustadz Jafar Shalih 
Tanggal : 7 Desember 2023
Sumber : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid036BvLz5sKEspsK8QQTRMr8ro9JVhe2QbY7E8rt3zizUDkXMT9uARGBzFykuMsKCy4l&id=100010660082711&mibextid=Nif5oz

Perang dengan melempar batu malah wajib?Tentulah ini mengherankan bagi orang yang malas baca kitab tapi rajin bacot dan menjadi tukang fitnah

Perang dengan melempar batu malah wajib?
Tentulah ini mengherankan bagi orang yang malas baca kitab tapi rajin bacot dan menjadi tukang fitnah.

Oleh : Ustadz Anshari Taslim 
Tanggal : 7 Desember 2023
Sumber : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid02sn1PY6eyRnLk6A9TMrsQzUTfAixpzbGTd3t7d7oCCMZ63PQ3wFUv1NuhqpsuRZs2l&id=100008323988274&mibextid=Nif5oz

========

Perang dgn melempar batu malah jadi wajib?

Melanjutkan masalah jihad pakai lempar batu. Sebenarnya para ulama klasik pun sudah membahasnya bahkan menjadikan keadaan kalau masih ada batu maka haram mundur dari perang.
Ah masak sih? Nah itulah perlunya piknik. Silakan piknik ke kitab-kitab induk madzhab.
Baik kita mulai dgn yg paling tua yg saya dapatkan kata "batu"nya, yaitu Al-Mughni karya Ibnu Qudamah. Dalam bahasan jihad kapan kaum muslimin boleh mundur Ibnu Qudamah berkata, 
وَإِنْ غَزَوْا فَذَهَبَتْ دَوَابُّهُمْ، فَلَيْسَ ذَلِكَ عُذْرًا فِي الْفِرَارِ، لِأَنَّ الْقِتَالَ مُمْكِنٌ لِلرَّجَّالَةِ وَإِنْ تَحَيَّزُوا إلَى جَبَلٍ لِيُقَاتِلُوا فِي رَجَّالَةٍ، فَلَا بَأْسَ، لِأَنَّهُ تَحَرُّفٌ لِلْقِتَالِ وَإِنْ ذَهَبَ سِلَاحُهُمْ، فَتَحَيَّزُوا إلَى مَكَان يُمْكِنُهُمْ الْقِتَالُ فِيهِ بِالْحِجَارَةِ، وَالتَّسَتُّرُ بِالشَّجَرِ وَنَحْوِهِ أَوْ لَهُمْ فِي التَّحَيُّزِ إلَيْهِ فَائِدَةٌ جَازَ.
"Bila mereka sedang berperang lalu kendaraan mereka hilang atau rusak maka itu bukan uzur untuk lari, karena mereka masih bisa berperang dgn kaki sendiri. Kalau mereka berlindung ke gunung agar bisa berperang dgn berjalan kaki maka itu boleh. Itu termasuk tahrruf lil qital. KALAU SENJATA MEREKA RUSAK LALU MEREKA MUNDUR KE TEMPAT YANG MEMUNGKINKAN MEREKA BERPERANG DENGAN MENGGUNAKAN BATU DAN BERLINDUNG DI BALIK POHON ATAU SEMISALNYA, atau mereka mundur untuk suatu kepentingan maka itu dibolehkan."
(Al-Mughni jilid 9 hal. 256).
===========================

Cuma Hanbali"? 
Ngga..... 
Syafi'i juga sama, yang ada kata batunya di Nihayatul Muhtaj karya Syamsuddin Ar-Ramli.
 وَلَوْ ذَهَبَ سِلَاحُهُ وَأَمْكَنَهُ الرَّمْيُ بِأَحْجَارٍ امْتَنَعَ الِانْصِرَافُ، وَكَذَا لَوْ مَاتَ مَرْكُوبُهُ وَأَمْكَنَهُ رَاجِلًا (إذَا لَمْ يَزِدْ عَدَدُ الْكُفَّارِ عَلَى مِثْلَيْنَا) لِلْآيَةِ
"Kalau senjatanya (petempur) ini rusak tapi dia masih bisa menggunakan batu, maka dia tidak dibolehkan kabur. Demikian pula kalau kendaraannya mati (kendaraan jaman dulu kuda) dan dia masih bisa berperang dgn berjalan maka tak boleh kabur. Asalkan jumlah kafirin tidak lebih dua kali lipat mereka berdasarkan ayat tadi."
(Nihayatul Muhtaj jilid 8, hal. 65).

Maka jangan salah menggunakan hadits Abdullah bin Mughaffal kemarin untuk menyalahkan jihad pakai lempar batu.

Oleh : Ustadz Anshari Taslim 
Tanggal : 28 Mei 2021
Sumber : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid05wciDDSGKmYoF71Npi2zAt17jrtdJ24jSVjhLrJjAMoDL443yByyBk17srnWRq5dl&id=100008323988274&mibextid=Nif5oz

بسم الله الرحمن الرحيم Dinukil dari channel Telegram bernama : Dakwah dan Fawaid Anshari Taslim :https://t.me/c/2037789416/36



بسم الله الرحمن الرحيم 

Dinukil dari channel Telegram bernama : Dakwah dan Fawaid Anshari Taslim :
https://t.me/c/2037789416/36


Kemanisan IbadahImam Ahmad bin Harb rahimahullah berkata,"Aku telah beribadah kepada Allah selama 50 tahun. Maka aku tidak mendapati kemanisan ibadah sehinggalah aku dapat tinggalkan tiga perkara :1. Aku tinggalkan mencari-mencari ridho manusia sehinggalah aku mampu untuk menyampaikan kebenaran.2. Aku menjauhi sahabat-sahabat yang fasik sampai akhirnya aku mendapati sahabat-sahabat yang solih.3. Aku tinggalkan kemanisan dunia sehingga aku mendapati kemanisan akhirat.Siyar A'lami al-Nubala'Sumber fb ustadz abu asma AndreDinukil dari akun Facebook bernama : SamaseTanggal : 14 Maret 2019Sumber : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid0223SXX2qkQLucXXvo4osbKTjwXwVnDPaGEGoXdgMyB6sVYbJ93UNQyrVRkqqHyTUXl&id=1605294626414283&mibextid=Nif5oz

Kemanisan Ibadah

Imam Ahmad bin Harb rahimahullah berkata,

"Aku telah beribadah kepada Allah selama 50 tahun. Maka aku tidak mendapati kemanisan ibadah sehinggalah aku dapat tinggalkan tiga perkara :

1. Aku tinggalkan mencari-mencari ridho manusia sehinggalah aku mampu untuk menyampaikan kebenaran.

2. Aku menjauhi sahabat-sahabat yang fasik sampai akhirnya aku mendapati sahabat-sahabat yang solih.

3. Aku tinggalkan kemanisan dunia sehingga aku mendapati kemanisan akhirat.

Siyar A'lami al-Nubala'

Sumber fb ustadz abu asma Andre

Dinukil dari akun Facebook bernama : Samase
Tanggal : 14 Maret 2019
Sumber : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid0223SXX2qkQLucXXvo4osbKTjwXwVnDPaGEGoXdgMyB6sVYbJ93UNQyrVRkqqHyTUXl&id=1605294626414283&mibextid=Nif5oz

Dimasa jahiliyah Wahsyi bin Harb membunuh orang yang dicintai Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yang juga pahlawan Islam yaitu Hamzah bin Abdil Mutthalib. Setelah beliau masuk Islam, beliaulah yang membunuh salah satu musuh besar Islam yang paling dibenci Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yaitu Musailimah Al-Kadzdzab.kalau dahulu dimasa belum mengenal agama suka jor-joran dalam maksiat, boros dalam hal kesia-siaan, maka setelah bertaubat sangat tidak layak untuk kikir, pelit untuk dakwah, apalagi kikir untuk diri kemajuan diri sendiri. Kalau semasa dahulu suka menghabiskan waktu sia-sia, maka sudah selayaknya dimasa mengenal agama banyak menghabiskan waktu di Perpustakaan membaca kitab, sibuk di majelis ilmu dll. Apabila dahulu "begitu serius belajar ilmu umum", maka sudah sangat selayaknya setelah mengenal agama lebih serius dan fokus ketika belajar agama. jadikanlah hijrahmu lebih bermakna, tidak hanya perubahan casing semataDinukil dari : Ustadz Abu Hanifah Jandriadi Yasin وفقه اللهTanggal : 2 November 2017Sumber : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid02Mobp42nTe4o7Mums8vJMBm269SjN1b11AKB5ex3MhsNLVgLyWDnuuZW3R89m6csAl&id=100013319622062&mibextid=Nif5oz

Dimasa jahiliyah Wahsyi bin Harb membunuh orang yang dicintai Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yang juga pahlawan Islam yaitu Hamzah bin Abdil Mutthalib. Setelah beliau masuk Islam, beliaulah yang membunuh salah satu musuh besar Islam yang paling dibenci Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yaitu Musailimah Al-Kadzdzab.

kalau dahulu dimasa belum mengenal agama suka jor-joran dalam maksiat, boros dalam hal kesia-siaan, maka setelah bertaubat sangat tidak layak untuk kikir, pelit untuk dakwah, apalagi kikir untuk diri kemajuan diri sendiri. Kalau semasa dahulu suka menghabiskan waktu sia-sia, maka sudah selayaknya dimasa mengenal agama banyak menghabiskan waktu di Perpustakaan membaca kitab, sibuk di majelis ilmu dll. Apabila dahulu "begitu serius belajar ilmu umum", maka sudah sangat selayaknya setelah mengenal agama lebih serius dan fokus ketika belajar agama. 

jadikanlah hijrahmu lebih bermakna, tidak hanya perubahan casing semata

Dinukil dari : Ustadz Abu Hanifah Jandriadi Yasin وفقه الله
Tanggal : 2 November 2017
Sumber : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid02Mobp42nTe4o7Mums8vJMBm269SjN1b11AKB5ex3MhsNLVgLyWDnuuZW3R89m6csAl&id=100013319622062&mibextid=Nif5oz

📌قال عبد الرحمن بن أبي حاتم -رحمه الله-:📍كنا بمصر سبعة أشهر، لم نأكل فيها مرقة، كل نهارنا مقسم لمجالس الشيوخ، وبالليل: النسخ والمقابلة.قال: فأتينا يوما أنا ورفيق لي شيخا، فقالوا: هو عليل، فرأينا في طريقنا سمكة أعجبتنا، فاشتريناها ، فلما صرنا إلى البيت، حضر وقت مجلس، فلم يمكنا إصلاحه، ومضينا إلى المجلس، فلم نزل حتى أتى عليه ثلاثة أيام، وكاد أن يتغير، فأكلناه نيئا، لم يكن لنا فراغ أن نعطيه من يشويه.ثم قال: لا يستطاع العلم براحة الجسد📚 تذكرة الحفاظ (3/830).🎙️ Berkata Abdurrahman bin Abi Hatim رحمه الله تعالى :Dahulu kami di Mesir selama 7 bulan, kami tidak pernah makan makanan berkuah, sepanjang siang kami sibuk dengan majelis Syaikh, sementara di malam hari kami menyalin dan saling memperbaiki catatan kami satu sama lain.Pada suatu hari tatkala aku dan temanku hendak mendatangi Syaikh, orang² mengabarkan bahwa Syaikh sedang sakit, tatkala kami berjalan pulang, kami menjumpai ikan yang sangat menarik hati, kamipun membelinya, sesampainya kami di rumah, tetiba sudah masuk waktu belajar, dan kami ndak sempat untuk memasak ikan tersebut, kamipun bergegas menghadiri majelis dan meninggalkan ikan tersebut, dan senantiasa kami di dalam kesibukan belajar selama 3 hari lamanya, akhirnya ikan tersebut pun sudah berubah dan hampir membusuk, maka kamipun memakannya mentah², kamipun ndak sempat untuk memberikannya kepada seseorang untuk membakarnya, kemudian dia berkata : *Tidak akan diraih ilmi dengan badan yang santai*📚 _ Tadzkirotul Huffadz (3/830) _https://t.me/kampungsunnah_duri13/1124.

📌قال عبد الرحمن بن أبي حاتم -رحمه الله-:

📍كنا بمصر سبعة أشهر، لم نأكل فيها مرقة، كل نهارنا مقسم لمجالس الشيوخ، وبالليل: النسخ والمقابلة.
قال: فأتينا يوما أنا ورفيق لي شيخا، فقالوا: هو عليل، فرأينا في طريقنا سمكة أعجبتنا، فاشتريناها ، فلما صرنا إلى البيت، حضر وقت مجلس، فلم يمكنا إصلاحه، ومضينا إلى المجلس، فلم نزل حتى أتى عليه ثلاثة أيام، وكاد أن يتغير، فأكلناه نيئا، لم يكن لنا فراغ أن نعطيه من يشويه.
ثم قال: لا يستطاع العلم براحة الجسد

📚 تذكرة الحفاظ (3/830).

🎙️ Berkata Abdurrahman bin Abi Hatim رحمه الله تعالى :

Dahulu kami di Mesir selama 7 bulan, kami tidak pernah makan makanan berkuah, sepanjang siang kami sibuk dengan majelis Syaikh, sementara di malam hari kami menyalin dan saling memperbaiki catatan kami satu sama lain.

Pada suatu hari tatkala aku dan temanku hendak mendatangi Syaikh, orang² mengabarkan bahwa Syaikh sedang sakit, tatkala kami berjalan pulang, kami menjumpai ikan yang sangat menarik hati, kamipun membelinya, sesampainya kami di rumah, tetiba sudah masuk waktu belajar, dan kami ndak sempat untuk memasak ikan tersebut, kamipun bergegas menghadiri majelis dan meninggalkan ikan tersebut, dan senantiasa kami di dalam kesibukan belajar selama 3 hari lamanya, akhirnya ikan tersebut pun sudah berubah dan hampir membusuk, maka kamipun memakannya mentah², kamipun ndak sempat untuk memberikannya kepada seseorang untuk membakarnya, kemudian dia berkata : *Tidak akan diraih ilmi dengan badan yang santai*

📚 _ Tadzkirotul Huffadz (3/830) _

https://t.me/kampungsunnah_duri13/1124

.

سورة مريم [١٩] الآية [٣٠-٣٧]Surah Maryam [19] ayah [30-37] :قَالَ إِنِّى عَبْدُ ٱللَّهِ ءَاتَىٰنِىَ ٱلْكِتَٰبَ وَجَعَلَنِى نَبِيًّا Dia (Isa) berkata, “Sesungguhnya aku hamba Allah, Dia memberiku Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang Nabi.وَجَعَلَنِى مُبَارَكًا أَيْنَ مَا كُنتُ وَأَوْصَٰنِى بِٱلصَّلَوٰةِ وَٱلزَّكَوٰةِ مَا دُمْتُ حَيًّا Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkahi di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (melaksanakan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup;وَبَرًّۢا بِوَٰلِدَتِى وَلَمْ يَجْعَلْنِى جَبَّارًا شَقِيًّا dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.وَٱلسَّلَٰمُ عَلَىَّ يَوْمَ وُلِدتُّ وَيَوْمَ أَمُوتُ وَيَوْمَ أُبْعَثُ حَيًّا Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari kelahiranku, pada hari wafatku, dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.”ذَٰلِكَ عِيسَى ٱبْنُ مَرْيَمَۚ قَوْلَ ٱلْحَقِّ ٱلَّذِى فِيهِ يَمْتَرُونَ Itulah Isa putra Maryam, (yang mengatakan) perkataan yang benar, yang mereka ragukan kebenarannya.مَا كَانَ لِلَّهِ أَن يَتَّخِذَ مِن وَلَدٍۖ سُبْحَٰنَهُۥٓۚ إِذَا قَضَىٰٓ أَمْرًا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُۥ كُن فَيَكُونُ Tidak patut bagi Allah mempunyai anak, Mahasuci Dia. Apabila Dia hendak menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya, “Jadilah!” Maka jadilah sesuatu itu.وَإِنَّ ٱللَّهَ رَبِّى وَرَبُّكُمْ فَٱعْبُدُوهُۚ هَٰذَا صِرَٰطٌ مُّسْتَقِيمٌ (Isa berkata), “Dan sesungguhnya Allah itu Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahlah Dia. Ini adalah jalan yang lurus.”فَٱخْتَلَفَ ٱلْأَحْزَابُ مِنۢ بَيْنِهِمْۖ فَوَيْلٌ لِّلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِن مَّشْهَدِ يَوْمٍ عَظِيمٍ Maka berselisihlah golongan-golongan (yang ada) di antara mereka (Yahudi dan Nasrani). Maka celakalah orang-orang kafir pada waktu menyaksikan hari yang agung!

سورة مريم [١٩] الآية [٣٠-٣٧]
Surah Maryam [19] ayah [30-37] :

قَالَ إِنِّى عَبْدُ ٱللَّهِ ءَاتَىٰنِىَ ٱلْكِتَٰبَ وَجَعَلَنِى نَبِيًّا 

Dia (Isa) berkata, “Sesungguhnya aku hamba Allah, Dia memberiku Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang Nabi.

وَجَعَلَنِى مُبَارَكًا أَيْنَ مَا كُنتُ وَأَوْصَٰنِى بِٱلصَّلَوٰةِ وَٱلزَّكَوٰةِ مَا دُمْتُ حَيًّا 

Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkahi di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (melaksanakan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup;

وَبَرًّۢا بِوَٰلِدَتِى وَلَمْ يَجْعَلْنِى جَبَّارًا شَقِيًّا 

dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.

وَٱلسَّلَٰمُ عَلَىَّ يَوْمَ وُلِدتُّ وَيَوْمَ أَمُوتُ وَيَوْمَ أُبْعَثُ حَيًّا 

Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari kelahiranku, pada hari wafatku, dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.”

ذَٰلِكَ عِيسَى ٱبْنُ مَرْيَمَۚ قَوْلَ ٱلْحَقِّ ٱلَّذِى فِيهِ يَمْتَرُونَ 

Itulah Isa putra Maryam, (yang mengatakan) perkataan yang benar, yang mereka ragukan kebenarannya.

مَا كَانَ لِلَّهِ أَن يَتَّخِذَ مِن وَلَدٍۖ سُبْحَٰنَهُۥٓۚ إِذَا قَضَىٰٓ أَمْرًا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُۥ كُن فَيَكُونُ 

Tidak patut bagi Allah mempunyai anak, Mahasuci Dia. Apabila Dia hendak menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya, “Jadilah!” Maka jadilah sesuatu itu.

وَإِنَّ ٱللَّهَ رَبِّى وَرَبُّكُمْ فَٱعْبُدُوهُۚ هَٰذَا صِرَٰطٌ مُّسْتَقِيمٌ 

(Isa berkata), “Dan sesungguhnya Allah itu Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahlah Dia. Ini adalah jalan yang lurus.”

فَٱخْتَلَفَ ٱلْأَحْزَابُ مِنۢ بَيْنِهِمْۖ فَوَيْلٌ لِّلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِن مَّشْهَدِ يَوْمٍ عَظِيمٍ 

Maka berselisihlah golongan-golongan (yang ada) di antara mereka (Yahudi dan Nasrani). Maka celakalah orang-orang kafir pada waktu menyaksikan hari yang agung!

بسم الله الرحمن الرحيم Fitnah sudah lama membuat menderita muslimin diantaranya yang sangat ganas adalah seluruh madrosah jahiliyah tanpa terkecuali dan seluruh pendidikan jahiliyah walaupun diberi embel-embel "sekolah umum,sekolah formal,Taman Kanak-kanak (TK),Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP),Sekolah Menengah Atas (SMA), Universitas, Sekolah Rakyat (SR),Taman Siswa,Taman Siswi,dan lain-lain" tanpa terkecuali sudahkah kalian benar-benar berusaha mati-matian atau bisa dibilang berusaha maksimal ber amar makruf nahi mungkar ber dawkah terkait madrosah jahiliyah tanpa terkecuali pendidikan jahiliyah tanpa terkecuali walaupun diberi embel-embel "sekolah umum,sekolah formal,taman kanak-kanak (TK),Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP),Sekolah Menengah Atas (SMA), Universitas, Sekolah Rakyat (SR),Taman Siswa,Taman Siswi,dan lain-lain" ?Kalau kalian tidak menjalankan amar makruf nahi mungkar dakwah terhadap madrosah jahiliyah dan pendidikan jahiliyah lalu kenapa?Kalian meremehkan keburukan ini?Kalian cinta sama madrosah jahiliyah dan pendidikan jahiliyah yang di murkai dan dibenci oleh ALLAH hanya karena kalian belajar ilmu yang menentang Islam di sana?Kalian takut sama penguasa tapi tidak takut kepada ALLAH saja?Kalian takut sama orang tua kalian tapi tidak takut kepada ALLAH saja?Kalian takut sama makhluk yang pasti diciptakan oleh ALLAH tapi tidak takut sama ALLAH saja?Kalian berada di atas jalannya ulama su'u termasuk ulama su'u ummah dan ulama su'u daulah ?Takutlah kepada ALLAH saja dan ber amar makruf nahi mungkar lah dengan ilmu dan ber dakwah lah dengan ilmu Islam terhadap madrosah jahiliyah dan pendidikan jahiliyah pastinya dengan tidak meninggalkan Jihad Fisabilillah Ber takwa dan ber tawakal lah kepada ALLAH saja dan kufuri lah thoghut dan beriman lah kepada ALLAHالله المستعان والله أعلم 18 Romadhon 1445 Hijriyahhttps://t.me/Manhaj_Muwahhid/4914===بسم الله الرحمن الرحيم تقييم الشيخ المحدث مقبل بن هادي الوادعي رحمه الله للمدارس الجاهلية والتعليم الجاهليةPenilaian Asy-Syaikh Al-Muhaddits Abu Abdurrohman Muqbil bin Hadi Al-Wadi'i رحمه الله terhadap madrasah (sekolah) jahiliyah sekaligus pendidikan jahiliyah 🔻🔻🔻⬇️⬇️🔻🔻⬇️⬇️🔻🔻🔻https://t.me/Manhaj_Muwahhid/4544https://t.me/Manhaj_Muwahhid/4545https://t.me/Manhaj_Muwahhid/4546https://t.me/Manhaj_Muwahhid/4547===بسم الله الرحمن الرحيمPerkataan dari Asy-Syaikh Abu Abdurrohman Muqbil bin Hadi Al-Wadi'i رحمه الله dan Ustadz Abul Mundzir Jafar Shalih وفقه الله dan Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron وفقه الله dan Ustadz Yulian Purnama وفقه الله dan Ustadz Hafzan El Hadi وفقه الله ini juga membahas beberapa مدرسة (sekolah) jahiliyah pendidikan jahiliyah dan lainnya الله المستعانوالله أعلم🔻🔻🔻⬇️⬇️🔻🔻⬇️⬇️🔻🔻🔻https://t.me/Manhaj_Muwahhid/4339https://t.me/Manhaj_Muwahhid/4340https://t.me/Manhaj_Muwahhid/4341https://t.me/Manhaj_Muwahhid/4342https://t.me/Manhaj_Muwahhid/4343https://t.me/Manhaj_Muwahhid/4344https://t.me/Manhaj_Muwahhid/4345https://t.me/Manhaj_Muwahhid/4347

بسم الله الرحمن الرحيم  Fitnah sudah lama membuat menderita muslimin diantaranya yang sangat ganas adalah seluruh madrosah jahiliyah tanpa t...