“Hai Syekh, apa itu mastatho’tum (semampunya)?” lantas Syekh mengajak muridnya ke lapangan dan menyuruh mereka untuk lari mengelilingi lapangan dengan semampu mereka.
Lalu, semua murid itu berlari mengelilingi lapangan hingga letih dan pergi menepi ke pinggir lapangan.
Melihat muridnya telah letih dan beristirahat di pinggir lapangan, kemudian Syeikh berlari sekuat tenaga mengelilingi lapangan hingga beliau pingsan.Ketika melihat gurunya pingsan, para murid pun berlari untuk menandu dan menunggu sampai syeikh sadar.
Setelah itu, Syeikh akhirnya bangun dan berkata, “Inilah yang di maksud dengan mastatho’tum (semampunya atau sesuai dengan kesanggupan). Kita berusaha atau ber-iktihar semaksimal mungkin sampai Allah yang mengakhiri usaha kita”.