Rabu, 27 September 2023

Yang suka menyerang dan membunuhi polisi itu OPM. OPM tidak disebut teroris karena non-muslim, coba kalau opm muslim, auto khawarij radikal teroris Wahabi !

Yang suka menyerang dan membunuhi polisi itu OPM. OPM tidak disebut teroris karena non-muslim, coba kalau opm muslim, auto khawarij radikal teroris Wahabi !

Oleh : Ustadz Abu Hanifah Jandriadi Yasin حفظه الله 
Tanggal : 31 Maret 2021
Sumber : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid028rxRf7FBKXFp1wwbCJNpnHDAB5F7AWNrxrukoeCYhcDtXWQBCRSREoBZmWVqTYJAl&id=100013319622062&mibextid=Nif5oz

semuanya menjadi keselek berjamaah

Mempersiapkan Ahok untuk menjadi penerus pak Jokowi itu butuh biaya besar dan waktu yang panjang, tipu daya media dan pencitraan basi telah dikerahkan, tetiba menjadi berantakan ketika si ngahok menista Al-Qur'an. Ambyar sudah rencana busuk. Alhamdulillah

Dalam segmen agama pun, mereka begitu gencar mem-viralkan Muwafiq menjadi da'i percontohan nasional. Segala macam cara dikerahkan hingga mengundang Muwafiq ceramah maulid di Istana Presiden, tujuannya hanya satu : memperkenalkan Islam ala Nusantara yang "damai" tanpa mengkafirkan agama lain. Karena isu agama sangat menjadi momok di negeri yang mayoritas muslim untuk mempromosikan Ahok menjadi presiden. Akhirnya terkuak si muwafik bukanlah ahli ilmu agama, hanya master halu, tukang main gitar, menghina Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam dalam beberapa ceramahnya dan juga Aisyah Radhiyallahu Anha. 

Jargon NKRI harga mati, seakan-akan mengakar bahwa tidak ada tempat bagi siapapun, paham apapun hatta syari'at Islam untuk mendapatkan tempat di negeri ini. Mulai dari Presiden, Polri, TNI, kaum Nasionalis hingga Banser menyeruakan ancaman bagi siapa saja yang menggangu stabilitas kedaulatan NKRI. Semuanya ambyar menjadi pepesan kosong tatkala gerakan separatis OPM membunuhi aparat di Papua, terang-terangan mendeklarasikan kemerdekaan tidak hanya di Papua, namun juga di berbagai tempat di Indonesia, yang paling mengenaskan ialah di MONAS. Makar OPM bahkan sampai tingkat lobi internasional. Duh, lagi-lagi aksi OPM ini membuat ambyar segala macam gertakan maut bagi sesiapa saja yang menggangu stabilitas kedaulatan NKRI, dari bendera tauhid dibakar, baliho ditimbang hingga show of force militer di Petamburan, semuanya menjadi keselek berjamaah dengan aksi OPM.

NKRI harga mati !
Mati di harga berapa ?
Mati di harga OPM

Oleh : Ustadz Abu Hanifah Jandriadi Yasin حفظه الله
Tanggal : 4 Desember 2020
Sumber : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid02SVbkEtana9AXxaHjKTxNPep3WXNmJE6DUyd3k7uiteJXqw1CVzdf4zdooQMNEvrtl&id=100013319622062&mibextid=Nif5oz

Selasa, 26 September 2023

المسائل الأربع التي أجمعت عليها الرسل || فائدة جد مهمةالشيخ صالح بن عبدالعزيز آل الشيخ | 4 permasalahan yang para nabi telah sepakat padanya.


4 permasalahan yang para nabi telah sepakat padanya.

1. Menyeru pada tauhiid dan menjauhi syirik
2. Mengikuti Rosuulullaah shollallaahu 'alaihi wa sallam
3. Bertaqwa pada Allah ta'ala disemua 'amal
4. Senantiasa istighfaar

15 April 2023
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1974055156276929&id=100010173913405&mibextid=Nif5oz

Perayaan Maulid Nabi adalah Bid'ah

https://t.me/majaalisalkhidhir/8018

SEDEKAH LAUT DAN RITUAL PEMUJAAN SETAN

SEDEKAH LAUT DAN RITUAL PEMUJAAN SETAN

Tradisi sedekah laut atau labuhan adalah upacara adat yang dilakukan masyarakat pesisir dengan cara melarungkan atau melabuhkan sesajian ke laut sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Orang-orang yang melakukan ritual ini bertujuan agar diberi rezeki dan keselamatan saat mencari ikan. Sesajian yang dipersiapkan bisa beraneka ragam mencakup berbagai macam bunga, alat kecantikan, makanan seperti jenang, jajanan pasar, nasi uduk, kepala kerbau, kepala kambing, ayam dan beberapa jenis pisang yang kesemuanya dilabuhkan ke laut sebagai persembahan kepada Kanjeng Ratu Kidul.[1] Hingga saat ini upacara tersebut masih terus dilestarikan masyarakat pesisir selatan maupun utara pulau jawa meski dengan versi yang berbeda sesuai kultur masing-masing tempat. Persoalannya, apa hukum melangsungkan upacara tersebut apabila dilakukan oleh seorang muslim?

 

I. Asal usul sedekah laut (nyadran)

Sedekah laut disebut juga dengan nyadran adalah reminisensi dari upacara sraddha Hindu yang dilakukan pada zaman dahulu kala.[2] Tetapi ada juga yang mengatakan bahwa nyadran itu berasal dari bahasa Arab نذرا yang artinya nadzar, kosakata nadzran kemudian dibaca dengan dialek Jawa menjadi nyadran. Dulu tradisi nyadran dilakukan masyarakat pantai, sedangkan tradisi sedekah bumi dilakukan masyarakat petani. Tetapi sekarang tradisi penyembelihan kambing oleh masyarakat petani juga dinamakan nyadran.[3] Sedangkan menurut sumber yang berbeda asal usul pelaksanaan budaya Nadran (nyadran) berawal pada tahun 410 M, dimana Raja Purnawarman, raja ketiga Kerajaan Tarumanegara memerintahkan Raja Indraprahasta Prabu Santanu memperdalam atau memperbaiki tanggul untuk keperluan mandi suci yang dilakukan setahun sekali untuk menghilangkan kesialan dan sarana mempersatukan rakyat sekaligus sebagai pemujaan kepada sang pencipta.[4] Kemudian setelah Islam datang terjadilah akulturasi budaya antara Islam dan Hindu sampai bertahan selama ratusan tahun hingga saat ini dengan persembahan sesajen kepada penguasa laut sebagai inti upacaranya. Hal ini dilakukan dengan maksud agar diberi limpahan hasil laut, dan sekaligus sebagai ritual tolak bala yang mana hal ini pada asalnya merupakan ritual penganut agama Hindu dalam rangka menghormati roh leluhur mereka.[5] Berdasarkan uraian singkat ini dapat disimpulkan bahwa upacara nyadran adalah sebuah ritual keagamaan dari luar Islam yang dipertahankan sebagai adat oleh suatu masyarakat tanpa melihat latar belakang keagamaan.  

 

II. Hukum nyadran atau sedekah laut

Apabila telah diketahui asal usul upacara sedekah laut dan pengertiannya, berikut ini adalah hukum menyelenggarakannya bagi seorang muslim.

a. Menyembelih adalah ibadah

Larung saji atau sedekah laut dengan prosesi melabuhkan hewan atau kepala kerbau atau makanan lainnya adalah kesyirikan yang besar kepada Allah Subhanahu wa Ta’aala dan membatalkan keislaman sekalipun dibungkus dengan doa-doa layaknya bacaan doa di dalam Islam atau dipimpin seorang kyai atau tokoh agama. Karena menyembelih adalah ibadah agung[6] yang hanya boleh diperuntukkan bagi Allah saja. Allah Ta’aala berfirman; فصل لربك وانحر “Maka shalat lah untuk Rabmu dan menyembelihlah hanya untuk Dia.” Allah juga berfirman;

قل إن صلاتي ونسكي ومحياي ومماتي لله رب العالمين لا شريك له وبذلك أمرت وأنا أول المسلمين

“Katakanlah (Muhammad); “Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidup dan matiku, hanya untuk Allah Rab semesta alam. Tidak ada sekutu bagi Dia dan kepada hal ini aku diperintah, dan aku adalah orang yang pertama berserah diri.”  

 

b. Apabila menyembelih untuk selain Allah kesyirikan, apakah orang yang melangsungkan sedekah laut dan melabuhkan kepala kerbau, kambing atau makanan lainnya tanpa disertai penyembelihan juga sama hukumnya?

Dalam Islam seseorang tidak boleh beribadah kecuali kepada Allah. Allah berfirman;

واعبدوا الله ولا تشركوا به شيئا

“Dan beribadahlah kalian kepada Allah dan jangan kalian sekutukan Dia dengan suatu apa pun.” Menyembelih bukan satu-satunya ibadah, ia hanya salah satunya saja. Disamping menyembelih ada ibadah hati seperti pengagungan (ta’zim), pengharapan (radja’), takut (khauf) dan lain sebagainya. Allah berfirman;

إنهم كانوا يسارعون في الخيرات ويدعوننا رغبا ورهبا وكانوا لنا خاشعين

“Sesungguhnya dahulu mereka adalah orang-orang yang bersegera mengerjakan kebaikan-kebaikan dan mereka menyeru Kami (beribadah) dengan penuh harap dan cemas dan dahulu mereka orang-orang yang khusyu’ kepada Kami.”

Apabila kita amati, orang-orang yang melangsungkan prosesi larung saji dan sedekah laut mereka menyelenggarakan ritual tersebut dengan penuh khidmat, pengagungan, dan kekhusyu’an layaknya sebuah upacara yang lengkap dengan aturan-aturannya yang ketat. Sebagai contoh, berikut ini adalah persiapan sesaji yang khusus diperuntukkan bagi Jin Ratu Kidul pada acara sedekah laut di Kab. Cilacap;

Persiapan sesaji sedekah laut;

1- Kembang telon, yaitu berbagai macam bunga, seperti mawar, melati, kantil, kenanga dan lain sebagainya yang semuanya harum.

2- Alat-alat kecantikan khusus wanita meliputi bedak, sisir,minyak wangi, pensil alis, dan lain sebagainya yang harum baunya.

3- Pakaian lengkap untuk wanita, baju kain, celana dalam, kutang, dan kebaya yang semuanya harus baru.

4- Kepala kerbau, kepala sapi atau kepala kambing, ayam ingkung, yaitu berupa ayam jantan yang dimasak utuh dengan kedua kaki dan sayap diikat.

5- Jajanan pasar berupa makanan kecil seperti kacang, lempeng, slondok, jenang dengan beragam warnanya, palang katul dan sebagainya.

6- Pisang sanggan, yaitu pisang raja pilihan dengan kualitas nomer satu dan jumlahnya genap. Pisang raja pulut, yaitu sesisir pisang raja dan sesisir pulut.

7- Nasi uduk beserta lauk pauk terdiri dari rempeyek, krupuk, kedelai, tauto beserta lalapannya seperti kol, timun atau buncis yang dipotong-potong kecil.

Kemudian perhatikan juga proses pelaksanaannya sejak persiapan, pembukaan hingga penutupan yang lebih kurangnya menyerupai sebuah manasik layaknya orang yang berhaji ke tanah suci, sebagaimana tertera di bawah ini;

 Prosesi upacara sedekah laut

Sehari sebelum upacara sedekah laut dilaksanakan terlebih dulu diadakan prosesi Nyekar atau ziarah ke Pantai Karang Bandung yang terletak disebelah timur tenggara Pulau Nusakambangan. Kemudian setelahnya para peserta mengambil air suci di Pulau Majethi yang menurut legenda, pulau ini merupakan pulau yang diaman tumbuhnya bunga Wijayakusuma. Acara sedekah laut dimulai pada Senin Pon atau Kamis Wage pukul 07:00. Para pesertanya mengenakan pakaian adat Cilacap tempo dulu. Upacara diawali dengan penyerahan sesaji dari yayasan Honggodento kepada panitia dilanjutkan dengan tirakatan di pendopo kabupaten yang didahului dengan pemotongan tumpeng. Acara tirakatannya sendiri diisi dengan pembacaan uraian sedekah laut dan pengajian. Prosesi upacara dimulai dengan laporan tumenggung kepada adipati, wisuda dan pengalungan samir oleh adipati kepada tumenggung, lalu dilanjutkan dengan arak-arakan yang didahului dengan penyerahan sesaji atau joli dari pendopo kabupaten menuju pantai Teluk Penyu, dilanjutkan dengan pelarungan joli dari pantai Teluk Penyu ke laut Selatan, kemudian dilanjutkan dengan berbagai macam pertunjukan kesenian tradisional oleh masing-masing kelompok hingga malam hari (Anonim, 1999).[7] Inilah hakikat upacara sedekah laut itu, sulit dipungkiri bahwa ritual tersebut adalah ibadah sebagaimana asalnya memang bersumber dari agama di luar Islam.

 

c. Apabila upacara sedekah laut adalah ibadah lantas apa hukumnya jika seseorang melangsungkan ritual tersebut dalam rangka mengharap keselamatan kepada Allah bukan kepada selain-Nya?

Apabila benar seseorang hanya mengharap keselamatan kepada Allah bukan jin atau leluhur maka wajib atasnya mengikuti aturan Allah dalam beribadah kepada-Nya dengan cara menjalani agama-Nya. Sedangkan agama Allah yang paling tinggi adalah mentauhidkan-Nya, dan tidak ada tauhid tanpa mengingkari kesyirikan. Allah berfirman;

ومن يكفر بالطاغوت ويؤمن بالله فقد استمسك بالعروة الوثقى لا انفصام لها

“Barangsiapa kufur kepada thaghut dan beriman kepada Allah berarti dia telah berpegang dengan buhul tali yang sangat kuat yang tidak akan lepas.”

Maka orang yang mengadakan acara ini atau ridha dengannya dia belum kufur kepada thaghut. Dan orang yang belum kufur kepada thaghut belum sah keislamannya.  

 

d. Lalu bagaimana kalau orang yang melangsungkan upacara ini niatnya mewujudkan rasa syukur kepada Allah, apakah ia juga terjatuh kepada kesyirikan?

Bersyukur kepada Allah bukan dengan cara menghambur-hamburkan harta atau membuang-buang makanan meski alasannya mengharap keselamatan. Upacara ini disebut sebagai perwujudan rasa kufur lebih tepat dari pada disebut sebagai ungkapan rasa syukur. Bersyukur kepada Allah dengan mengerjakan ketaatan, meninggalkan kesyirikan dan menggunakan rezeki yang Allah berikan dijalan kebaikan.

e. Bagaimana kalau orang-orang yang melangsungkan sedekah laut itu beralasan, “Makanan yang kami labuhkan ke laut sebagai makanan ikan, karena selama ini kami diberi rezeki melalui laut. Jadi apa salahnya kalau sekarang kami balas dengan bersedekah kepada ikan-ikan di laut?!”

Ini adalah ketololan yang dipaksakan. Karena jika benar larung saji dilangsungkan untuk memberi makan ikan di laut lalu untuk apa rangkaian upacara yang dilangsungkan dengan ketat ditambah dengan mengenakan pakaian adat dan ritual yang khidmat itu?! Dan sejak kapan ikan-ikan laut makan kepala sapi, kambing, ayam utuh, pisang, bahkan diantara yang mereka labuhkan terdapat nasi uduk, jenang dan bahkan alat kecantikan yang bukan makanan sama sekali. Bukankah perbuatan ini justru membuat kotor dasar laut dan merusak biota?! Apa ada orang berakal yang membohongi dirinya sendiri dengan alasan konyol seperti ini?!

f. Bagaimana jika mereka mengatakan, “Tapi ini hanya adat dan kami hanya ingin melestarikan”

Pada upacara sedekah laut terdapat banyak sekali pelanggaran terhadap agama. Pelanggaran terbesar adalah terhadap tauhid, dimana Allah ciptakan kita hanya untuk beribadah kepada-Nya saja sedangkan pada upacara ini orang-orang tanpa mereka sadari telah memberikan ibadahnya kepada selain Allah. Belum lagi perbuatan menghambur-hamburkan harta yang hukumnya haram di dalam Islam dan jelas disebut sebagai teman-teman setan

إن المبذرين كانوا إخوان الشياطين، وكان الشيطان لربه كفورا

“Sesungguhnya orang-orang yang menghambur-hamburkan harta adalah teman-teman para setan. Dan setan itu sangat kufur kepada Rab-nya.”

Ada banyak adat istiadat yang tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam di negeri ini yang masih bisa kita jaga dan lestarikan. Adapun yang jelas bersebrangan seperti upacara sedekah laut yang mengandung kesyirikan ini tidak ada pilihan bagi seorang muslim selain meninggalkannya. Jangan sampai kita bertahan diatas kesyirikan dengan alasan budaya seperti orang-orang musyrikin yang Allah ceritakan di dalam Al Qur’an yang berkata,

إنا وجدنا آباءنا على أمة وإنا على آثارهم مقتدون

“Sesungguhnya kami dapati bapak moyang kami berada diatas satu ajaran, dan sesungguhnya kami diatas warisan mereka akan tetap berjalan.”

Jadi beralasan dengan melestarikan budaya, atau menjaga warisan leluhur, apabila budaya dan warisan itu bertentangan dengan Islam atau bahkan kesyirikan, alasan ini sudah lebih dahulu diutarakan oleh orang-orang musyrikin dahulu dan kenyataannya alasan itu bukan pembenaran yang diterima dalam Islam. Mereka dinilai kafir bahkan diperangi oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

g. Tapi ada seorang tokoh yang berkata, “Siapa yang bilang sajen tidak boleh?! Ini hanya penghormatan!”

Subhanallah, Maha suci Allah yang memberi petunjuk dan membutakan. Kalau dengan alasan penghormatan kesyirikan jadi dibolehkan, tentu Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tidak menghancurkan berhala-berhala. Karena berhala-berhala itu dahulu dihormati oleh penduduk Makkah. Atau kalau dengan alasan penghormatan kesyirikan jadi dibolehkan, tentu Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tidak melarang Mu’adz Radhiyallahu ‘Anhu yang sujud kepada beliau.

h. Kalau dia bilang, “Ini bukan ibadah!”

Katakan kepadanya; Anda jahil akan makna ibadah. Karena ibadah artinya ketundukan dan kerendahan. Dan ritual ketat yang penuh khidmat dengan syarat-syarat pelaksanaan yang tertata rapi dan tidak boleh ada yang terlewat pada upacara larung saji adalah ibadah yang menyerupai aturan-aturan agama. Maka larung saji bukan sekedar adat tapi agama yang haram bagi seorang muslim mengikutinya.

Wallahua’lam. Washallallahu ‘Ala Sayyidina Muhammad wa ‘Ala Aalihi wa Shahbihi wa Sallam.  

 

Cibinong, 19 November 2018

——————————————————————-

[1] Makalah saudari Agil Malinda, “Upacara tradisi sedekah laut di kabupaten Cilacap” [2] Upacara sraddha adalah upacara umat Hindu di pulau Jawa zaman dahulu kala untuk mengenang arwah seseorang yang meninggal. Bentuk reminisensi upacara ini, masih ada sekarang dan disebut sadran dengan bentuk verba aktif nyadran. Sumber https://id.wikipedia.org/wiki/Sraddha [3] Sumber https://pcnukendal.id/hukum-nyadran-dan-sedekah-bumi/ [4] Sumber http://amaneakoe.blogspot.com/2017/02/tradisi-nadran-sedekah-laut.html [5] Idem [6] Ibadah secara bahasa artinya tunduk dan hina. Maka orang yang ibadah menundukkan diri dan menghinakan dirinya di hadapan Rabnya. Sedangkan menurut terminology agama ibadah adalah semua yang dicintai Allah, dan menyembelih untuk Allah diperintahkan. Dan Allah tidak memerintahkan selain kepada yang Dia cintai. Maka menyembelih adalah ibadah. Dan apabila jelas bahwa sesuatu itu adalah ibadah maka tidak boleh diperuntukkan kepada selain Allah apakah jin, penunggu, atau orang shalih sekalipun. [7] Makalah saudari Agil Malinda, “Upacara tradisi sedekah laut di kabupaten Cilacap”

https://tauhidfirst.net/sedekah-laut-dan-ritual-pemujaan-setan/#_ftnref1

.

Ada teori tak tertulis bagi setiap oligarki disaat terjepit

Ada teori tak tertulis bagi setiap oligarki disaat terjepit, yaitu menciptakan musuh bersama dengan menjalankan manajemen konflik. George Bush Jr dahulu lumayan berhasil dengan hal ini ketika ia terjepit oleh oposisi dan kongres karena kinerja yang labil sebagai presiden, peristiwa 11 September segera dimanfaatkan untuk menciptakan musuh bersama, tentu saja memburu emas hitam yang ada di laut Kaspia, dan itu tidaklah terealisasi kecuali dengan menguasai Afganistan. Berbagai keuntungannya : sudah wajah terselamatkan dari coreng kinerja yang jelek, mendeskreditkan Islam sebagai teroris dan mendapatkan laba besar dari emas hitam. Ups ketinggalan....Bush pun akhirnya 2 periode. 
 
Maka wajar saja tatkala pertumbuhan ekonomi ambyar, hutang menumpuk dan mencapai level sangat kronis, elit penguasa terlibat berbagai Mega korupsi maka wajar jika teori tak tertulis di atas kembali diterapkan dengan mencoba menciptakan musuh bersama : Khilafah. Entah wujud apa ancaman yang konkret bagi kelangsungan bangsa dari momok khilafah dan teroris Islam. Ha te iy yang selama ini mengangkat tema ini sejak lama pun tidak ada langkah real untuk menggulingkan kekuasaan, dan dibubarkan pula. Mengenai terorisme, memang banyak pihak yang memanfaatkan hal ini karena anggaran memberantas terorisme per tahunnya puluhan triliun, walau kita tidak memungkiri adanya orang-orang ghuluw dan ekstrim yang senang dengan aksi teror. Bonus itu semua tentunya memuluskan pluralisme membumi di Indonesia. 

So, pantas saja novel Baswedan dan 74 anggota KPK disingkirkan dengan cara amatiran yang sangat memalukan sejarah peradaban bangsa ini, korupsi kader partai penguasa mencapai 100 triliun. Penyelenggara negara yang sekuler sok-sok ngurusin radikal radikul khilafah sampai menurunkan buzzerRp padahal hanya kedok menutupi suramnya kinerja selama ini. 

"Nanti antum di cap haroki khawarij hizby menulis seperti ini". Tidak peduli, silahkan berdedikasi kepada oligarki yang pluralis super sekuler ortodok tersebut dengan sloganmu "As-sam'u wat tha'ah", sangat jauh dirimu dari bimbingan manhaj salaf yang hakiki dan malah mengambil jalan para murjiah yang hina dina dengan memutlakkan ketaatan kepada oligarki, hatta oligarki pluralis dan sekuler ortodok sekalipun.

Oleh : Ustadz Abu Hanifah Jandriadi Yasin 
Tanggal : 20 Mei 2021
Sumber : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1238598079927501&id=100013319622062&mibextid=Nif5oz

Aji mumpung kaum liberalis saat berada di pucuk, mereka terus menyampaikan tafsir sesat "Islam rahmatan Lil Alamin" maknanya adalah semua agama rahmat, benar semua, dan tidak boleh mengkafirkan agama lain. Ragu terhadap kekafiran agama lain saja sudah bentuk kemurtadan, ini malah kita diajak untuk membenarkan agama mereka, dan bahkan mereka melarang kita untuk menyampaikan kebenaran dan menuduh kita sebagai kaum intoleran.Maka kita pun terus menyampaikan kesesatan oligarki liberal tersebut, walaupun kalian memvonis dan menuduh kami sebagai khawarij ..... I don't care lah

Aji mumpung kaum liberalis saat berada di pucuk, mereka terus menyampaikan tafsir sesat "Islam rahmatan Lil Alamin" maknanya adalah semua agama rahmat, benar semua, dan tidak boleh mengkafirkan agama lain. Ragu terhadap kekafiran agama lain saja sudah bentuk kemurtadan, ini malah kita diajak untuk membenarkan agama mereka, dan bahkan mereka melarang kita untuk menyampaikan kebenaran dan menuduh kita sebagai kaum intoleran.

Maka kita pun terus menyampaikan kesesatan oligarki liberal tersebut, walaupun kalian memvonis dan menuduh kami sebagai khawarij ..... I don't care lah

Oleh : Ustadz Abu Hanifah Jandriadi Yasin 
Tanggal : 25 November 2020
Sumber : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid034f69pZfNgGBprE4UwuDPPmKYbzSyp6nRQLRtKxHc361vKjZNU9arjBCzkgkfexEnl&id=100013319622062&mibextid=Nif5oz

بسم الله الرحمن الرحيم Fitnah sudah lama membuat menderita muslimin diantaranya yang sangat ganas adalah seluruh madrosah jahiliyah tanpa terkecuali dan seluruh pendidikan jahiliyah walaupun diberi embel-embel "sekolah umum,sekolah formal,Taman Kanak-kanak (TK),Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP),Sekolah Menengah Atas (SMA), Universitas, Sekolah Rakyat (SR),Taman Siswa,Taman Siswi,dan lain-lain" tanpa terkecuali sudahkah kalian benar-benar berusaha mati-matian atau bisa dibilang berusaha maksimal ber amar makruf nahi mungkar ber dawkah terkait madrosah jahiliyah tanpa terkecuali pendidikan jahiliyah tanpa terkecuali walaupun diberi embel-embel "sekolah umum,sekolah formal,taman kanak-kanak (TK),Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP),Sekolah Menengah Atas (SMA), Universitas, Sekolah Rakyat (SR),Taman Siswa,Taman Siswi,dan lain-lain" ?Kalau kalian tidak menjalankan amar makruf nahi mungkar dakwah terhadap madrosah jahiliyah dan pendidikan jahiliyah lalu kenapa?Kalian meremehkan keburukan ini?Kalian cinta sama madrosah jahiliyah dan pendidikan jahiliyah yang di murkai dan dibenci oleh ALLAH hanya karena kalian belajar ilmu yang menentang Islam di sana?Kalian takut sama penguasa tapi tidak takut kepada ALLAH saja?Kalian takut sama orang tua kalian tapi tidak takut kepada ALLAH saja?Kalian takut sama makhluk yang pasti diciptakan oleh ALLAH tapi tidak takut sama ALLAH saja?Kalian berada di atas jalannya ulama su'u termasuk ulama su'u ummah dan ulama su'u daulah ?Takutlah kepada ALLAH saja dan ber amar makruf nahi mungkar lah dengan ilmu dan ber dakwah lah dengan ilmu Islam terhadap madrosah jahiliyah dan pendidikan jahiliyah pastinya dengan tidak meninggalkan Jihad Fisabilillah Ber takwa dan ber tawakal lah kepada ALLAH saja dan kufuri lah thoghut dan beriman lah kepada ALLAHالله المستعان والله أعلم 18 Romadhon 1445 Hijriyahhttps://t.me/Manhaj_Muwahhid/4914===بسم الله الرحمن الرحيم تقييم الشيخ المحدث مقبل بن هادي الوادعي رحمه الله للمدارس الجاهلية والتعليم الجاهليةPenilaian Asy-Syaikh Al-Muhaddits Abu Abdurrohman Muqbil bin Hadi Al-Wadi'i رحمه الله terhadap madrasah (sekolah) jahiliyah sekaligus pendidikan jahiliyah 🔻🔻🔻⬇️⬇️🔻🔻⬇️⬇️🔻🔻🔻https://t.me/Manhaj_Muwahhid/4544https://t.me/Manhaj_Muwahhid/4545https://t.me/Manhaj_Muwahhid/4546https://t.me/Manhaj_Muwahhid/4547===بسم الله الرحمن الرحيمPerkataan dari Asy-Syaikh Abu Abdurrohman Muqbil bin Hadi Al-Wadi'i رحمه الله dan Ustadz Abul Mundzir Jafar Shalih وفقه الله dan Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron وفقه الله dan Ustadz Yulian Purnama وفقه الله dan Ustadz Hafzan El Hadi وفقه الله ini juga membahas beberapa مدرسة (sekolah) jahiliyah pendidikan jahiliyah dan lainnya الله المستعانوالله أعلم🔻🔻🔻⬇️⬇️🔻🔻⬇️⬇️🔻🔻🔻https://t.me/Manhaj_Muwahhid/4339https://t.me/Manhaj_Muwahhid/4340https://t.me/Manhaj_Muwahhid/4341https://t.me/Manhaj_Muwahhid/4342https://t.me/Manhaj_Muwahhid/4343https://t.me/Manhaj_Muwahhid/4344https://t.me/Manhaj_Muwahhid/4345https://t.me/Manhaj_Muwahhid/4347

بسم الله الرحمن الرحيم  Fitnah sudah lama membuat menderita muslimin diantaranya yang sangat ganas adalah seluruh madrosah jahiliyah tanpa t...