Jumat, 08 Maret 2024

Perlu Mengkaji Dan Muraja'ah Rukun SyahadatSyahadat Laa Ilaha Illallah mengandung dua rukun. Pertama, an-Nafyu dan kedua al-Itsbat.an-Nafyu yaitu menafikan seluruh tuhan yang ada dari kalangan makhluk. Ini dari kalimat "Laa Ilaha" (Tidak ada Tuhan).Adapun itsbat, maksudnya menetapkan satu-satunya Tuhan yang berhak diibadahi hanyalah Allah. Ini dari kalimat "Illallah" (kecuali Allah)Sehingga, dari kedua rukun ini dipahami bahwa makna syahadat adalah menafikan segala bentuk penyembahan dari kalangan makhluk dan menetapkan satu-satunya yang berhak disembah hanyalah Allah -azza wajalla-Makna ini harus dipahami dengan baik, agar kita tidak menjadikan kalimat ambigu yang dijadikan untuk menyatukan dan menerima semua agama yang berkeyakinan dengan kalimat itu sebagai representasi dari kalimat syahadat.Misalnya, kalimat "Ketuhanan Yang Maha Esa." Kalimat ini merupakan kalimat yang disepakati oleh seluruh agama dan aliran kepercayaan yang diterima di Indonesia. Secara histori, kalimat ini juga lahir dari penolakan terhadap isi piagam Jakarta yang berbunyi, "Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya."Makanya, kalimat Ketuhanan Yang Maha Esa tidak bisa dikatakan sebagai wujud penerapan kalimat tauhid, Laa Ilaaha Illallah. Sebab kalimat syahadat itu menafikan seluruh tuhan yang diyakini oleh agama lain. Disebutkan dalam Wikipedia (https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_organisasi_penghayat_kepercayaan_Indonesia), ada sejumlah badan hukum serta paguyuban tak resmi aliran kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dari agama asli Nusantara dan sekumpulan kelompok baru yang menggabungkan beberapa keyakinan dalam satu kelompok (sinkretis) dan universal. Sekitar 68 jumlahnya. Makanya, bagaimana mungkin ini disebut sebagai bntuk penerapan syahadat Laa Ilaaha Illallah?Mari kita kembali memuraja'ah pelajaran Tauhid.Oleh : Ustadz Abu Usaid Al-Munawy وفقه اللهTanggal : 13 Februari 2024Sumber : https://www.facebook.com/share/p/SKohLkKEywnPGATF/?mibextid=Nif5oz

Perlu Mengkaji Dan Muraja'ah Rukun Syahadat

Syahadat Laa Ilaha Illallah mengandung dua rukun. Pertama, an-Nafyu dan kedua al-Itsbat.

an-Nafyu yaitu menafikan seluruh tuhan yang ada dari kalangan makhluk. Ini dari kalimat "Laa Ilaha" (Tidak ada Tuhan).

Adapun itsbat, maksudnya menetapkan satu-satunya Tuhan yang berhak diibadahi hanyalah Allah. Ini dari kalimat "Illallah" (kecuali Allah)

Sehingga, dari kedua rukun ini dipahami bahwa makna syahadat adalah menafikan segala bentuk penyembahan dari kalangan makhluk dan menetapkan satu-satunya yang berhak disembah hanyalah Allah -azza wajalla-

Makna ini harus dipahami dengan baik, agar kita tidak menjadikan kalimat ambigu yang dijadikan untuk menyatukan dan menerima semua agama yang berkeyakinan dengan kalimat itu sebagai representasi dari kalimat syahadat.

Misalnya, kalimat "Ketuhanan Yang Maha Esa." Kalimat ini merupakan kalimat yang disepakati oleh seluruh agama dan aliran kepercayaan yang diterima di Indonesia. Secara histori, kalimat ini juga lahir dari penolakan terhadap isi piagam Jakarta yang berbunyi, "Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya."

Makanya, kalimat Ketuhanan Yang Maha Esa tidak bisa dikatakan sebagai wujud penerapan kalimat tauhid, Laa Ilaaha Illallah. Sebab kalimat syahadat itu menafikan seluruh tuhan yang diyakini oleh agama lain. 

Disebutkan dalam Wikipedia (https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_organisasi_penghayat_kepercayaan_Indonesia), ada sejumlah badan hukum serta paguyuban tak resmi aliran kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dari agama asli Nusantara dan sekumpulan kelompok baru yang menggabungkan beberapa keyakinan dalam satu kelompok (sinkretis) dan universal. Sekitar 68 jumlahnya. Makanya, bagaimana mungkin ini disebut sebagai bntuk penerapan syahadat Laa Ilaaha Illallah?

Mari kita kembali memuraja'ah pelajaran Tauhid.

Oleh : Ustadz Abu Usaid Al-Munawy وفقه الله
Tanggal : 13 Februari 2024
Sumber : https://www.facebook.com/share/p/SKohLkKEywnPGATF/?mibextid=Nif5oz

jika anda bertanya kenapa kaum murji'ah terbiasa dzalim dengan segala makarnya terhadap orang islam ? dijawab oleh dua imam ahlus sunnah, imam sufyan bin said ats tsauri dan imam yusuf bin asbat saat menjelaskan ajaran murji'ah diantaranya : " dan mereka berpendapat bolehnya membunuh ahlul kiblat / umat Muhammad !! ".Oleh : Jabir Abu Unaisah وفقه اللهTanggal : 12 Desember 2022Sumber : https://www.facebook.com/share/p/rrnxMt6RE7LwHZxE/?mibextid=Nif5oz

jika anda bertanya kenapa kaum murji'ah terbiasa dzalim dengan segala makarnya terhadap orang islam ? 
dijawab oleh dua imam ahlus sunnah, imam sufyan bin said ats tsauri dan imam yusuf bin asbat saat menjelaskan ajaran murji'ah diantaranya : 
" dan mereka berpendapat bolehnya membunuh ahlul kiblat / umat Muhammad !! ".

Oleh : Jabir Abu Unaisah وفقه الله
Tanggal : 12 Desember 2022
Sumber : https://www.facebook.com/share/p/rrnxMt6RE7LwHZxE/?mibextid=Nif5oz

Ditanyakan kepada Imam Malik, “Bagaimana Kabarmu Pagi Ini?”Beliau menjawab “Adapun umurku berkurang, adapun dosaku bertambah”.كتاب شرح الزرقاني على الموطأ (١/٥٤)https://t.me/fawaidmalikiyyah/24.

Ditanyakan kepada Imam Malik, 

“Bagaimana Kabarmu Pagi Ini?”
Beliau menjawab “Adapun umurku berkurang, adapun dosaku bertambah”.

كتاب شرح الزرقاني على الموطأ (١/٥٤)

https://t.me/fawaidmalikiyyah/24

.

Kamis, 07 Maret 2024

Salah satu Bentuk wala(loyalitas) kepada orang kafir .Point' ke- 6 yaitu Mudahanah: bersikap lunak, bersikap manis dan menaruh perhatikan kepada mereka spy TDK dicap ekstrimis.Ketahuilah bahwa ini salah satu perangkap setan.Kitab Al wala Wal bara'Dinukil dari akun facebook bernama : Kurir Alfath Unaaha Konawe وفقه اللهTanggal : 6 Maret 2024Sumber : https://www.facebook.com/share/p/kS3SqCqfn1d59JN6/?mibextid=Nif5oz

Salah satu Bentuk wala(loyalitas) kepada orang kafir .Point' ke- 6 yaitu Mudahanah: bersikap lunak, bersikap manis dan menaruh perhatikan kepada mereka spy TDK dicap ekstrimis.

Ketahuilah bahwa ini salah satu perangkap setan.

Kitab Al wala Wal bara'

Dinukil dari akun facebook bernama : Kurir Alfath Unaaha Konawe وفقه الله
Tanggal : 6 Maret 2024
Sumber : https://www.facebook.com/share/p/kS3SqCqfn1d59JN6/?mibextid=Nif5oz

Rabu, 06 Maret 2024

Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab -rahimahullah- berkata : "Maka ketahuilah, bahwasanya al-Haq (kebenaran) itu jika telah nampak dan jelas, maka tidaklah membahayakannya dengan banyaknya orang yang menyelisihi, tidak juga dengan sedikitnya orang yang sepakat".(Fatāwā wa Masā-il, hal 88)Dinukil dari : Ustadz Berlian Az-Ziyan وفقه اللهTanggal : 21 Juli 2021Sumber : https://www.facebook.com/share/p/PjtTc2TYEUC9bjSm/?mibextid=oFDknk

Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab -rahimahullah- berkata : "Maka ketahuilah, bahwasanya al-Haq (kebenaran) itu jika telah nampak dan jelas, maka tidaklah membahayakannya dengan banyaknya orang yang menyelisihi, tidak juga dengan sedikitnya orang yang sepakat".
(Fatāwā wa Masā-il, hal 88)

Dinukil dari : Ustadz Berlian Az-Ziyan وفقه الله
Tanggal : 21 Juli 2021
Sumber : https://www.facebook.com/share/p/PjtTc2TYEUC9bjSm/?mibextid=oFDknk

Langkah-langkah setan dalam mengeluarkan seseorang dari tauhid (Islam) dan itsbat (sunnah) kepada kesyirikan dan ta’thil (bid'ah) melalui pintu tafaquh madzhabi (mendalami mazhab) 1- Menjauhi kitab-kitab salaf dahulu yang mentaqrir akidah ahlus sunnah wa al Jamaah 2- Sibuk mempelajari buku-buku fikih karya mutaakhirin (ulama belakangan) dan buku-buku ushul fikih secara berlebihan dan melampaui batas 3- Mempelajari kitab-kitab fikih mutaakhirin kepada guru ahli bid’ah4- Meremehkan peringatan terhadap bid’ah dan dan penyimpangan yang ada di kitab-kitab fikih karya mutaakhirin dan meremehkan pengingkaran terhadap ahli bid’ah mengamalkan kaidah “Bersatu dalam hal yang disepakati dan memaafkan dalam hal yang diperselisihkan” di bawah slogan “Ambil baiknya buang buruknya” 5- Memposisikan kebid’ahan dan penyimpangan tadi sebagai bentuk beda ijtihad dan beda pendapat yang boleh diikuti. 6- Mengagungkan para pembesar kebid’ahan dan membangun cinta dan benci pada diri mereka7- Mendahulukan mereka dari pada ulama salaf dan ulama tauhid8- Menjauhi para penuntut ilmu salafi sedikit demi sedikit dan sebaliknya menjadikan ahli bid’ah sebagai teman dekat9- Mencela salafi muwahhid dan menganggap bahwa mereka bodoh serta mencela niat lurus mereka. 10- Menerima bid’ah yang terdapat dalam kitab-kitab fikih mutaakhirin seperti perayaan maulid nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. 11- Mengelompokkan Asya’irah dan Maturidiyah sebagai Ahlus Sunnah bersama-sama dengan Ahlul Hadits.12- Menjadikan sebagian perbuatan yang mengantarkan kepada syirik akbar sebagai masalah-masalah khilafiyah yang boleh berbeda pendapat di dalamnya seperti persoalan meminta pada Allah dengan jah/kedudukan rasul-Nya, bersumpah dengan selain nama Allah, tabarruk dengan ludah masyaikh/kiyai.13- Menguatkan pendapat disyariatkannya meminta pada Allah dengan jah/kedudukan rasul-Nya. 14- Menjadikan masalah sifat Allah sebagi masalah khilafiyah 15- Menerima madzhab mufawwidhah dalam persoalan sifat Allah dan terjatuh dalam madzhab Jahmiyah Mu’athilah (yang menolak sifat-sifat Allah)16- Menuduh Ahlus Sunnah wal Jama’ah telah berkhianat dan menganggap mereka telah menyelisihi umat. Maksudnya adalah para fuqaha' belakangan dari kalangan Asya’irah dan Maturidiyah.17- Menjadikan masalah meminta doa kepada mayit termasuk masalah khilafiyah yang boleh berbeda pendapat di dalamnya18- Menganut madzhab Quburiyah dalam membolehkan minta do’a dan syafa’at dari kubur dan terjatuh ke dalam syirik akbar. 19- Menyatakan permusuhan dengan salafi dan menamai mereka sebagai Wahabi, Khawarij serta menbid’ahkan mereka bahkan dalam berbagai momen, sampai mengkafirkan mereka, kekal di neraka jika ia mati diatas hal tersebutPeringatan: kami bukan anti mazhab yang sesuai kaidah. Hal-hal yang ada disini bukanlah sekedar penyataan-pernyataan yang tidak ada hakikatnya. Justru hal-hal ini banyak terjadi pada para da’i dan penuntut ilmu di masa ini. Sehingga mereka berubah menjadi da’i yang mengajak kepada kesyirikan dan ta’thil padahal sebelumnya mereka sudah menjadi da’i tauhid dan salafi. Ditulis oleh: Syaikh Abdul Lathif Ar-Rawi Diterjemahkan oleh: Abu Muddakir Dawud Muslim, siswa kelas XII Pesantren Tahfidz Sahabat TeladanDinukil dari halaman facebook bernama : Ngaji Tauhid Tanggal : 6 Maret 2024Sumber : https://www.facebook.com/share/p/aZYdvBiEbDbGxQUK/?mibextid=oFDknk

Langkah-langkah setan dalam mengeluarkan seseorang dari tauhid (Islam) dan itsbat (sunnah) kepada kesyirikan dan ta’thil (bid'ah) melalui pintu tafaquh madzhabi (mendalami mazhab)
 
1- Menjauhi kitab-kitab salaf dahulu yang mentaqrir akidah ahlus sunnah wa al Jamaah 

2- Sibuk mempelajari buku-buku fikih karya mutaakhirin (ulama belakangan) dan buku-buku ushul fikih secara berlebihan dan melampaui batas 

3- Mempelajari kitab-kitab fikih mutaakhirin kepada guru ahli bid’ah

4- Meremehkan peringatan terhadap bid’ah dan dan penyimpangan yang ada di kitab-kitab fikih karya mutaakhirin dan meremehkan pengingkaran terhadap ahli bid’ah mengamalkan kaidah “Bersatu dalam hal yang disepakati dan memaafkan dalam hal yang diperselisihkan” di bawah slogan “Ambil baiknya buang buruknya” 

5- Memposisikan kebid’ahan dan penyimpangan tadi sebagai bentuk beda ijtihad dan beda pendapat yang boleh diikuti. 

6- Mengagungkan para pembesar kebid’ahan dan membangun cinta dan benci pada diri mereka

7- Mendahulukan mereka dari pada ulama salaf dan ulama tauhid

8- Menjauhi para penuntut ilmu salafi sedikit demi sedikit dan sebaliknya menjadikan ahli bid’ah sebagai teman dekat

9- Mencela salafi muwahhid dan menganggap bahwa mereka bodoh serta mencela niat lurus mereka.
 
10- Menerima bid’ah yang terdapat dalam kitab-kitab fikih mutaakhirin seperti perayaan maulid nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. 

11- Mengelompokkan Asya’irah dan Maturidiyah sebagai Ahlus Sunnah bersama-sama dengan Ahlul Hadits.

12- Menjadikan sebagian perbuatan yang mengantarkan kepada syirik akbar sebagai masalah-masalah khilafiyah yang boleh berbeda pendapat di dalamnya seperti persoalan meminta pada Allah dengan jah/kedudukan rasul-Nya, bersumpah dengan selain nama Allah, tabarruk dengan ludah masyaikh/kiyai.

13- Menguatkan pendapat disyariatkannya meminta pada Allah dengan jah/kedudukan rasul-Nya. 

14- Menjadikan masalah sifat Allah sebagi masalah khilafiyah 

15- Menerima madzhab mufawwidhah dalam persoalan sifat Allah dan terjatuh dalam madzhab Jahmiyah Mu’athilah (yang menolak sifat-sifat Allah)

16- Menuduh Ahlus Sunnah wal Jama’ah telah berkhianat dan menganggap mereka telah menyelisihi umat. Maksudnya adalah para fuqaha' belakangan dari kalangan Asya’irah dan Maturidiyah.

17- Menjadikan masalah meminta doa kepada mayit termasuk masalah khilafiyah yang boleh berbeda pendapat di dalamnya

18- Menganut madzhab Quburiyah dalam membolehkan minta do’a dan syafa’at dari kubur dan terjatuh ke dalam syirik akbar. 

19- Menyatakan permusuhan dengan salafi dan menamai mereka sebagai Wahabi, Khawarij serta menbid’ahkan mereka bahkan dalam berbagai momen, sampai mengkafirkan mereka, kekal di neraka jika ia mati diatas hal tersebut

Peringatan: kami bukan anti mazhab yang sesuai kaidah. Hal-hal yang ada disini bukanlah sekedar penyataan-pernyataan yang tidak ada hakikatnya. Justru hal-hal ini banyak terjadi pada para da’i dan penuntut ilmu di masa ini. Sehingga mereka berubah menjadi da’i yang mengajak kepada kesyirikan dan ta’thil padahal sebelumnya mereka sudah menjadi da’i tauhid dan salafi.
 
Ditulis oleh: Syaikh Abdul Lathif Ar-Rawi 
Diterjemahkan oleh: Abu Muddakir Dawud Muslim, siswa kelas XII Pesantren Tahfidz Sahabat Teladan

Dinukil dari halaman facebook bernama : Ngaji Tauhid 
Tanggal : 6 Maret 2024
Sumber : https://www.facebook.com/share/p/aZYdvBiEbDbGxQUK/?mibextid=oFDknk

MENOLAK KHILAFAH = MENOLAK TATHBIQUSY SYARIAT = MURTAD

MENOLAK KHILAFAH = MENOLAK TATHBIQUSY SYARIAT = MURTAD

Oleh : Berlian bin Muksin Az-Ziyan

Sebelumnya, saya bukan anggota HTI, bukan juga Alumni 212, bukan juga yang biasa demo dijalan-jalan, tapi saya disini mewakili Muslimin "secara umum", Muslim yang akalnya masih waras, yang akalnya masih tunduk dengan wahyu.

Ada sebuah kejadian yang sangat mengherankan belakangan ini, yaitu orang-orang yang ber-KTP "Islam" tapi "BENCI" terhadap ajaran agamanya sendiri, ada yang benci hijab, cadar, jihad, bahkan yang paling parah, benci Khilafah, Tapi jikalau memang yang benci adalah Kafir Asli, maka hal ini sudah tidak mengherankan lagi.

Sebenarnya, yang mereka benci itu adalah Tathbiqush Syariah dibalik Khilafah itu, karena apabila tegak Khilafah dimuka bumi, maka disanalah Tathbiqusy Syariah di terapkan.

Tathbiqusy Syariah, artinya Penerapan Syariat, begitulah terjemahnya, banyak yang menolak, banyak yang gak mau, banyak yang lari, karena apabila Syariat diterapkan ada yang merasa terbelenggu, tapi Muslim yang waras pasti berjuang untuk menerapkannya, minimal mendukung orang-orang yang ingin menerapkannya.

Ini bukan ajaran Radikal! Ini ajaran Islam! Kurang ajar yang bilang ini Radikal! Kalau mau contoh Radikal itu lihat pembataian MUSLIM di Uyghur, di Palestina, di Suriah, di Burma, dll. Ini baru Radikal!

Kembali kepada bahasan, jadi siapa aja yang didalam hatinya ada kebencian syariat islam akan diterapkan, atau penolakan terhadapnya, maka ini belum dikatakan berislam! Karena Islam sendiri adalah berserah diri dengan penuh ketundukan! Eh kok syariat islam malah ditolak!

Perhatikan ayat-ayat berikut ini :

1. Allah Ta'ala berfirman:

وَالَّذِينَ كَفَرُوا فَتَعْسًا لَّهُمْ وَأَضَلَّ أَعْمٰلَهُمْ
"Dan orang-orang yang kafir, maka celakalah mereka, dan Allah menghapus segala amalnya."
ذٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَرِهُوا مَآ أَنْزَلَ اللَّهُ فَأَحْبَطَ أَعْمٰلَهُمْ
"Yang demikian itu karena mereka MEMBENCI apa (Al-Qur'an) yang diturunkan Allah, maka Allah menghapus segala amal mereka."
(QS. Muhammad 47: Ayat 8-9)

2. Allah Ta'ala berfirman :

فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتّٰى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِىٓ أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِّمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
"Maka demi Rabb-mu, mereka tidak beriman sebelum mereka menjadikan engkau (Muhammad) sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan (sehingga) kemudian tidak ada rasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang engkau berikan dan mereka menerima dengan sepenuhnya."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 65)

__
Hari Arafah, 9 Dzulhijjah 1441H

Dinukil dari : Ustadz Berlian Az-Ziyan وفقه الله
Sumber :
https://www.facebook.com/share/p/iQbB9g1duEVB1QzN/?mibextid=oFDknk

بسم الله الرحمن الرحيم Fitnah sudah lama membuat menderita muslimin diantaranya yang sangat ganas adalah seluruh madrosah jahiliyah tanpa terkecuali dan seluruh pendidikan jahiliyah walaupun diberi embel-embel "sekolah umum,sekolah formal,Taman Kanak-kanak (TK),Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP),Sekolah Menengah Atas (SMA), Universitas, Sekolah Rakyat (SR),Taman Siswa,Taman Siswi,dan lain-lain" tanpa terkecuali sudahkah kalian benar-benar berusaha mati-matian atau bisa dibilang berusaha maksimal ber amar makruf nahi mungkar ber dawkah terkait madrosah jahiliyah tanpa terkecuali pendidikan jahiliyah tanpa terkecuali walaupun diberi embel-embel "sekolah umum,sekolah formal,taman kanak-kanak (TK),Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP),Sekolah Menengah Atas (SMA), Universitas, Sekolah Rakyat (SR),Taman Siswa,Taman Siswi,dan lain-lain" ?Kalau kalian tidak menjalankan amar makruf nahi mungkar dakwah terhadap madrosah jahiliyah dan pendidikan jahiliyah lalu kenapa?Kalian meremehkan keburukan ini?Kalian cinta sama madrosah jahiliyah dan pendidikan jahiliyah yang di murkai dan dibenci oleh ALLAH hanya karena kalian belajar ilmu yang menentang Islam di sana?Kalian takut sama penguasa tapi tidak takut kepada ALLAH saja?Kalian takut sama orang tua kalian tapi tidak takut kepada ALLAH saja?Kalian takut sama makhluk yang pasti diciptakan oleh ALLAH tapi tidak takut sama ALLAH saja?Kalian berada di atas jalannya ulama su'u termasuk ulama su'u ummah dan ulama su'u daulah ?Takutlah kepada ALLAH saja dan ber amar makruf nahi mungkar lah dengan ilmu dan ber dakwah lah dengan ilmu Islam terhadap madrosah jahiliyah dan pendidikan jahiliyah pastinya dengan tidak meninggalkan Jihad Fisabilillah Ber takwa dan ber tawakal lah kepada ALLAH saja dan kufuri lah thoghut dan beriman lah kepada ALLAHالله المستعان والله أعلم 18 Romadhon 1445 Hijriyahhttps://t.me/Manhaj_Muwahhid/4914===بسم الله الرحمن الرحيم تقييم الشيخ المحدث مقبل بن هادي الوادعي رحمه الله للمدارس الجاهلية والتعليم الجاهليةPenilaian Asy-Syaikh Al-Muhaddits Abu Abdurrohman Muqbil bin Hadi Al-Wadi'i رحمه الله terhadap madrasah (sekolah) jahiliyah sekaligus pendidikan jahiliyah 🔻🔻🔻⬇️⬇️🔻🔻⬇️⬇️🔻🔻🔻https://t.me/Manhaj_Muwahhid/4544https://t.me/Manhaj_Muwahhid/4545https://t.me/Manhaj_Muwahhid/4546https://t.me/Manhaj_Muwahhid/4547===بسم الله الرحمن الرحيمPerkataan dari Asy-Syaikh Abu Abdurrohman Muqbil bin Hadi Al-Wadi'i رحمه الله dan Ustadz Abul Mundzir Jafar Shalih وفقه الله dan Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron وفقه الله dan Ustadz Yulian Purnama وفقه الله dan Ustadz Hafzan El Hadi وفقه الله ini juga membahas beberapa مدرسة (sekolah) jahiliyah pendidikan jahiliyah dan lainnya الله المستعانوالله أعلم🔻🔻🔻⬇️⬇️🔻🔻⬇️⬇️🔻🔻🔻https://t.me/Manhaj_Muwahhid/4339https://t.me/Manhaj_Muwahhid/4340https://t.me/Manhaj_Muwahhid/4341https://t.me/Manhaj_Muwahhid/4342https://t.me/Manhaj_Muwahhid/4343https://t.me/Manhaj_Muwahhid/4344https://t.me/Manhaj_Muwahhid/4345https://t.me/Manhaj_Muwahhid/4347

بسم الله الرحمن الرحيم  Fitnah sudah lama membuat menderita muslimin diantaranya yang sangat ganas adalah seluruh madrosah jahiliyah tanpa t...